Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Rentak Harapan di Panggung Merdeka

Desa Karangsari adalah sebuah desa yang terletak sangat jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Pemandangannya yang indah nan asri membuat siapapun yang tinggal disana merasakan ketenangan dan kebahagiaan. Tidak ada polusi dan kemacetan membuat banyak orang lebih memilih untuk tetap tinggal di desa daripada melakukan urbanisasi. Penduduk desa Karangsari dikenal sangat ramah terlebih kepada pelancong yang datang untuk berkunjung ke desa mereka. Tahun ini untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Desa Karangsari akan membuat banyak sekali kegiatan baik itu bagi anak-anak, pemuda, maupun dewasa. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Perlombaan Seni tari dan tarik suara, yang dapat diikuti oleh para pemuda-pemudi. Tentunya banyak dari mereka yang sangat antusias untuk mengikuti perlombaan tersebut, mengingat hadiah yang diberikan pun sangat menggiurkan. Di tengah antusiasme tersebut, ada seorang remaja bernama Wita yang sangat ingin mengikuti lomba tari tradisional, nam...

Bittersweet Life

Jika ada satu hal di dunia ini yang membuatku senang dan sedih di waktu bersamaan adalah sebuah filosofi yang diungkapkan oleh Arnold, rekan kerjaku. Ia menjelaskan filosofi bagus itu ketika aku dihadapkan dengan masalah besar di perusahaan. Tentu aku merasa sangat down dan masalah ini mempengaruhi mental ku juga.  Arnold yang mengetahui bahwa aku tidak melakukan hal yang keliru pun datang dan memberikan sedikit motivasi bagiku untuk menjalani hidup yang terkadang sangat sulit untuk dimengerti ini. Ia datang ke meja ku pada saat jam makan siang.  “Rin, kamu gak makan siang?” Tanya Arnold sambil menggeser sebuah kursi ke dekat ku. “Gak nafsu” Jawabku dengan jujur. Karena masalah berat ini bahkan selezat apapun makanan terasa hambar, termasuk Gado-gado yang masuk dalam list makanan kesukaanku. “Kalo dengar aku dongeng, nafsu gak?” Tanya Arnold sembari tertawa kecil. “Gak juga. Aku lagi pengen meratapi nasib, Nold. Udah kamu pergi aja” Jawabku sambil menatapnya malas. Ya, dari ja...